• Vintage Photography


    August 19, 2013
  • Nature photography


    August 19, 2013
  • human interest photography


    August 19, 2013
  • fashion photography


    August 19, 2013
  • Fine Art Photography


    August 19, 2013
  • Concept Photography


    August 19, 2013

Recent Articles

Sunday, 30 October 2016

Perjalanan ke 2 Ke AirTerjun Tahura-Sare



Hari libur paling enak itu jalan-jalan bareng teman donk,, Nah kali ini saya berdua bersama teman berniat untuk kembali berpetualang ke sebuah Air Terjun yang ada di Aceh besar. Sebuah air terjun yang bebatuannya bertekstur  indah.  Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang letaknya berdampingan dengan Kota Banda Aceh. Kabupaten ini memiliki pesona alam yang begitu indah dan menawarkan banyak destinasi wisata. Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan (Tahura PMI) salah satunya. Wisata alam ini terletak diantara kaki Gunung Seulawah Agam dan Gunung Seulawah Inong, Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Sektor wisata satu ini sedang digandrungi oleh masyarakat Banda Aceh dan tak terkecuali masyarakat Aceh Besar sendiri.



Pagi itu sekitar pukul 12 siang saya di jemput dengan teman ke rumah.. dengan menaiki sepeda motor kami menuju Kota Sare-Aceh Besar dengan menempuk jarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Banda Aceh. Dalam perjalaman  Hujan pun menyambut kedatangan kami di kota slimum Aceh Besar, Hujan membuat perjalan ini semakin nikmat, lumayanlah mendinginkan tubuh dan motor setelah melewati panas terik dari kota Banda aceh.


Setelah hujan reda kami  pun segera melanjutkan perjalanan menuju kota sare. Tak lama berjalan lagi lagi kami pun di guyur hujan yang begitu deras..mau tak mau harus menepi untuk berteduh. Ademmm Men…!! Berhubung hujan tak kunjung reda, kami pun mencoba melanjutkan perjalanan lagi dengan menggunakan mantel..


Tak lama kemudian kami pun sampai ke taman tahura PMI. Untuk masuk ke Tahura PMI, kita harus melapor terlebih dahulu pada pos penjagaan komplek kantor unit pengelola Tahura PMI. Baru kemudian kita diizinkan masuk. Di komplek ini pun ada beberapa spot yang dapat dinikmati oleh pengunjung, seperti berkunjung ke rumah pohon, trekking, dan bahkan tujuan awalnya saya bermain ke Tahura karena teman saya ingin melihat gajah. Namun sayangnya, gajah-gajah tersebut sedang dilepaskan dan kemungkinan berada di lembaga penangkaran yang terletak tidak jauh dari Tahura.


Selain rumah pohon, spot lain yang menarik perhatian pengunjung adalah air terjun tahura. Berbicara tentang air terjun, jalan menuju ke air terjun akan menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung. Bagi yang menyukai mendaki, tentu akan menyenangi perjalanan ini. Air terjun terletak di seberang jalan dari komplek kantor unit pengelola Tahura. Menuju air terjun tersebut pengunjung akan dibimbing oleh Polisi Hutan Tahura. Tapi kali ini saya bersama teman tidak di pandu, karea saya sudah pernah kesini dan masih sedikit mengingat kembali jalan menuju air tejun tahura .  


Memasuki hutan menuju air terjun, awalnya akan menemui jalan beraspal, tetapi kemudian semakin jauh berjalan, jalan aspal tidak dapat ditemukan lagi.  Dalam perjalanan saya terus mengingat kembali  jalan menuju kesana. Seketika kamipun hampir salah jalan di karena banyak pohon yang sudah di tebang dan dibakar. Dengan jalan yang begitu berlumpur dan licin kami pun berhati hati dalam bejalan di bebatuan di arena perkebunan pisang milik warga, jalanpun semakin berat karena lumpur yang begitu tebal menempel di sepatu.


Dalam perjalanan  menuju objek wisata air terjun kami  disuguhkan panorama alam yang masih natural dan terawat dengan baik. Panorama ini akan begitu melalaikan mata. Saat berjalanpun  senantiasa mengingatkan saya yang keasyikan mengabadikan panorama tersebut lewat kamera untuk bergegas berjalan kembali menyusuri hutan karena perjalanan masih panjang. Terlihat pohon pinus dengan tinggi 6 hingga 7 meter dengan daun pinus yang runcing berdiri berjejer mengarah ke arah langit. Jika terik, terlihat kaki langit dicelah-celah pinus dengan siluet yang mengagumkan. Perjalanan menuju air terjun ditempuh kurang lebih selama 1 jam.


Dalam perjalanan kami selalu memberikan tanda di setiap pohon dan batu dengan lumpur yang ada si disepatu.. supaya kami mengingat kembali jalan untuk pulang..

Lelahnya naik turun hutan di lembah seulawah, tak terasa kamipun sampai di air terjun tahura. Bersitirahat sejanak dan saya langsung mengabadikan spot-spot gambar yang bagus, teman saya langsung mandi dan menyegarkan diri. Setelah menikmati air yang begitu dingin kami pun langsung bergegas pulang dan meninggalkan kenangan yang mbegitu indah



Monday, 24 October 2016

Wanita Bercadar


Air begitu kencang dengan suara ombak yang begitu menggema, saat  dimana aku berjalan  di  antara pasir putih,  berjalan perlahan-lahan di antara orang-orang yang tersenyum dan tertawa. Tak sadar di kejauhan aku melihat sekelompok orang yang menurutku begitu indah, sekelompok orang yang berbaju hitam, merah dan  memakai cadar. Aku terdiam dan terseyum ketika itu, sekelompok wanita bercadar itu asik menikmati idahnya pantai pasir putih di daerah lapuuk aceh besar.


saat itu aku langsung mengabadikan moment yang menurutku susah untuk di temukan, wanita-wanita bercadar itu asik bermain dan bercanda tawa di bibir pantai. walapun senyuman nya tidak nampak, tapi suara tawa mereka begitu jelas..  dan si saat itu juga ada seorang wanita bercadar dengan memakai baju merah berdiri lama dengan menatap ombak yng begitu besar. dia seperti seakan bersyukur dengan ciptaan ALLAH yang begitu sempurna.


selepas mereka bercengkrama dan menatap  ombak wanita-wanita becadar itu langsung ke tepian pantai untuk bermain air, berlari, dan mencari keong2 kecil yang tertimbun pasir. Aku merasa seperti melihat bidadari2 surga .  mereka begitu tenang walapun banyak para wisatawan melihat dan memperhatikan  mereka dan mereka begitu cuek. Setela itu salah satu dari mereka  menghampiriku dan berkata "bang maaf y, kalo bisa jangan mengambil gambar kami". aku tersetak dan merasa malu.
setelah perkataan itu aku langsung memasukan kamera ke dalam tas dan pergi. tapi dari kejauhan aku masih menatap meraka dan merasa bersyukur dengan ciptaan tuhan yang begitu sempurna

Monday, 1 August 2016

Pantai Parocut, Aceh Bsar-Indonesia


Gunung Bendera" Aceh Selatan-Indonesia


Batu Berlayar" Aceh Selatan-Indonesia


Goa Batee Maucanang" Aceh selatan-Indonesia


Wednesday, 25 May 2016

Tapak Tuan, Dari Ketinggian 300 Mdpl


Mungkin banyak dari teman-teman   sudah berkunjung ke kota Naga atau Kabupaten aceh selatan yang penuh dengan  pesona alamanya dan cerita-cerita legenda  yang begitu menggesankan.  Namun pasti tidak banyak dari anda yang sudah menikmati keindahan kota dari ketinggian. anda para pecinta pesona alam  bisa menikmati keindahan kota aceh selatan di atas puncak pengunungan,  menikmati keindahan dari ketinggian tentu akan menjadi pengalaman yang luar biasa dan sulit untuk di lupakan.



memang tempat ini tak begitu populer di banding tempat wisata lainnya, apalagi bila anda berasal dari luar kota. namun bagi para remaja yang suka menjelajah  pasti sudah tak peduli  dengan rintangan yang begitu menguras keringat. karena untuk menuju ke lokasi ini anda akan menempuk jarak sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kemiringan 60-70 derajat . 

 gunung Bendera sebutan oleh masyarakat setempat  adalah objek wisata untuk melihat panorama keindahan kota tapak tuan , gunung bendera ini berada di daerah Ujung pasir Kecamatan Lhok Bengkuang  tapak tuan.  atau sekirar 6 kilo dari kota tapak tuan , kawasan yang sudah cukup lama di kenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati keindahan kota tapak tuan.

dalam perjalanan anda di sarankan memawa bekal yang cukup, karena di puncak gunung bendera tak ada yng menjula makanan dan minuman, jadi anda  di sarankan membawa air dan makanan yang cukup. dalam perjalanan menuju puncak gunung bendera, anda akan di suguhi oleh pemandangan hujan yang begitu asri, dengan melewati kebun pala yang menjadi cirikhas kota tapak tuan.

setalah sampai di pucak gunung benderaa ini,  anda juga langsung di suguhi dengan udara  yng begitu menyegarkan. dan hal yng bisa di lakukan di puncak gunung lumayan beragam, utamanya jelas, anda wajib nmenikmati sajian pemandangan indah kota tapak tuan. dari ketinggian tempat ini anda bisa melihat jelas cantiknya kota tapak tuan 

, apalagi  anda  bisa melihat jelas lampu kota di kala malam hari, dan klasiknya lagi anda bisa melihat matahri tenggelam di kala sore hari, tapi tidak beruntung bagi saya ketika berada di lokasi ini, di karenankan waktu sore hari saya bersama teman2 di kunjungi oleh rintihan hujan yang lumayan deras. tapi tak membuat kami sedih, karena kami sudah mempersiapakan tenda yang sudah di rencanakan sebelumnya.. 


kalo penasaran dengan perjalanannya, jangan lupa di tonton ya :)



Tuesday, 24 May 2016

Batu Berlayar, belitung nya aceh

Aceh Selatan- Negeri 1001 Cerita, Negeri Pala, dan juga sering di sebut sebagai Kota Naga begitu sebutan akrab kabupaten Aceh Selatan Ini. Tak hanya daerah Belitung yang mempunyai objek wisata pantai dengan bebatuan yang indah, di Aceh Selatan juga tak kalah menariknya, Objek wisata dengan pesona alam yang fantastik, salah satunya Pantai batu Berlayar di Gampong cut, Kecamatan Samadua




Pasalnya pantai ini tak terlihat seperti kebanyakan pantai-pantai di daerah itu. Pantai dengan ciri batu granit tersusun di atas karang ini terlihat sepi, hanya ada ombak-ombak ganas yang setiap detiknya menghantam karang dan batu yang penuh gemuruh. pantai ini memeng sepi pengunjung. tapi para pemancing, mereka sering menjadikan pantai ini tempat terbaik melempar kail, baik siang maupun malam.




" Dinamai Batu Berlayar karena di ujung bukit mungil, tempatnya di pinggir pantai terdapat batu besar menyerupai kapal berlayar. Nama pantai Batu Berlayar juga tersirat dalam cerita Legenda Masyarakat Aceh Selatan, (Cerita Legenda Putri Naga). dari cerita orang terdahulu, batu-batu disana dulu berlayar layaknya perahu, hingga akhirnya berlabuh di desa tersebut. Disinilah asal - muasal nama pantai ini di sematkan menjadi pantai Batu Berlayar, penduduk setempat pun menyakininya




Keindahan dan panorama alam yang di miliki Kabupaten Aceh Selatan mendapat pujian dari putra bungsu Presiden Indonesia pertama, Guruh Soekarno Putra saat berkunjung ke kota naga, tanggal 15 Maret 2016 lalu.
Untuk menuju ke lokasi objek wisata batu berlayar ini bisa menempuh sekitar 30 Menit dengan menggunakan sepeda motor dengan jarak tempuh 18 kilometer dari kota Tapaktuan Aceh Selatan. anda akan menyusuri jalan ke atas bukit yang dapat di lalui dengan sepeda motor sepanjang jalan anda akan di sambut dengan panorama alam yang indah.






sesampainya di lokasi objek wisata Pantai Batu Berlayar ini anda akan di suguhkan dengan pemandangan alam yang sangat indah dan batu yang berukuran besar meyerupai kapal yang sedang berlayar dan batu yang tersusun rapi di pinggir pantai. Pohon-pohon  kelapa yang berada di pinggir pantai menambahkan keindahan objek wisata ini dan tempat ini masih terlihat alamni dan asri.






sambil menikmati suasana alam yang kian menetramkan, saya sempat duduk di salah satu tumpukan batu besar di bibir pantai, dan sempat berpikir sejenak tentang wisata ini, dengan keindahan yang luar biasa dan tak luput dari cerita legendanya yang begitu menarik, kenapa pengunjung jarang datang ke tempat ini, apakah akses untuk menuju ke lokasi ini belum begitu bagus. tapi bagi saya untuk mendapatkan sesuatu yang begitu indah, pasti kita perlu perjuangan untuk menuju ke tempat tersebut, padahal biaya masuk ke bojek wisata ini tidak di kenakan biaya, alias free...







Klo penarasan gimana perjalanan dan cerita nya, jng lupa di tonton ya :


Saturday, 21 May 2016

Gua batee meucanang : bermain musik didalam gua








Labuhan haji barat adalah sebuah daerah yang dikenal dengan salah satu pusat ilmu agama di aceh, labuhan haji terletak di kabupaten aceh selatan, selain pusat pengajian agama dilabuhan haji juga menyajikan sebuah obyek wisata yang tak kalah menarik dengan wisata-wisata yang lain, yaitu sebuah gua dengan destinasi keunikan yang cukup menarik yaitu gua bate meucanang, gua ini memiliki keunikan yaitu memiliki nada suara yang berbeda jika di ketuk atau di pukul di bagian-bagian yang berbeda.




kali ini saya di temani oleh komunitas PETA (Petualang Taluak) Untuk menelusuri gua tersebut di butuhkan jarak tempuh kurang lebih 30 menit dari pusat kota labuhan haji, setengah perjalanan sampai di desa terakhir, yaitu desa pulokan. Jalan yang dilalui sangat mulus tetapi untuk selanjutnya akan di penuhi batu, untuk melaluinya dibutuhkan kehati-hatian karna jalan yang dilalui sangat ekstrim jalan tersebut bisa dilalui dengan kendaraan bermotor.



Gua bate meucanang ini keberadaannya cukup tersembunyi, jadi bagi pengunjung yang belum tahu keberadaannya perlu bertanya kepada penduduk sekitar. Saat sampai di lokasi gua tersebut kita harus mendaki sebuah bukit yg terjal dengan ketinggian sekitar 10 meter karena gua tersebut berada diatas bukit.



Gua Bate Maucanang ini berukuran kira-kira 20 Meter persegi dengan tinggi 15 Meter, gua ini memiliki du pintu masuk, pintu masuk pertama sangat sempit, hanya muat untuk satu orang, sedangkan untuk pintu kedua sangat lebar, yang juga merupakan pintu keluarnya. untuk bisa menikmati ornamen dan keindahan di dalam gua, kita harus menyiapkan senter untuk penerangan, karena di dalam gua agak sedikit gelap.

Sejarahnya Nama Gua Batee Meucanang ini berasal dari batu yang menggantung di sisi gua, dan yang uniknya dari batu ini adalah apabila batu ini di ketuk dan di pukul akan mengeluarkan suara, seperti alat musik canang, dan  canang tgersebut adalah alat musik traditional aceh.



  Puas menelusuri di dalam gua, kita pun pergi keluar gua sejenak untuk menikmati pemandangan alam pegunungan yang indah dan masih alami. Bukan itu saja,kita juga bisa melihat ataupun menikmati aliran air sungai yang sangat sejuk dan jernih, sungai tersebut tepat berada di depan gua. Di samping itu, kita juga dapat melaksanakan shalat di mushalla yang memang tersedia tak jauh dari lokasi gua atau sekedar beristirahat sambil menikmati air terjun dan gemercik air pada bebatuan sungai yang berada bersebelahan dengan pondok- pondok kecil. Dan yang terpenting, untuk dapat mengunjungi tempat ini, kita tidak memerlukan biaya masuk, alias gratis.



Saturday, 9 April 2016

Movei Photography ( Mafia Prancis)

Movei Photography






Tuesday, 5 April 2016

Apa itu fhoto?


Kini banyak di kalangan fhotografer yang memahami yang namanya photograhy, photografer dan tukang fhoto, tapi apakah mereka mengerti apa itu sebuah fhoto dan kenapa fhoto itu di ciptakan .
kini kita sering medengarkan orang menanyakan tentang apa itu photoraphy atau fhotografer. photography secara umum iyalah seni melukis dengan cahaya, dan phografer adalah oarang yang melukis dengan cahaya tersebut,, di antara keduanya jelas berbeda, hasil dan orang yang menciptakan untuk mendapatkan  hasil. tapi di antara kata keduanya jelas sama, yaitu sebuah kata Fhoto.. apa se sebenarnya fhoto itu,dalam pemahaman saya  fhoto  itu adalah alat dan   tempat untuk menghentikan sebuah waktu, dimana kita menyadari bahwwa kita tak bisa mengulangi waktu itu, tapi kita ingin waktu yang telah kita lewati kita dapat melihat lihat kembali dan rasakan kembali tanpa harus mengingat gambaran yang telah terjadi.


tujuannya bahwa fhoto itu adalah dimana kita ingin melihat dan menceritakan sesuatu yang telah terjadi sebelumnya. dengan bantuan seni dan kreatifitas.. fhoto tersebut menjadi sebuah karya yang dapat membuat penikmat mata merasakan gambaran tersebut menjadi tempat dimana dia berada di situ atau di dalam gambaran tersebut.
Dalam artikel yang saya baca, yang di tulis oleh Eki Qushay Akwn iya mengatakan
“Bagi kebanyakan orang, pertanyaan “Apa itu foto?” mungkin dianggap sepele dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Bahkan ketika diajukan kepada para peminat fotografi, jawaban yang biasanya mengemuka adalah definisi yang diberikan oleh kamus, yaitu gambar yang dihasilkan dengan menangkap cahaya pada medium yang telah dilapisi bahan kimia peka cahaya atau sensor digital (kombinasi dari photo yang berarti cahaya, dan graph yang berarti catatan, tulisan, atau lukisan). Tidak banyak yang sadar bahwa di balik kesederhanaan artefak yang benama foto tersimpan kerumitan yang membuat definisi foto tidak sesederhana yang dibayangkan.
Pada level wujud, foto memang sebuah gambar, sebuah penyerupaan yang dihasilkan lewat proses yang dinamakan fotografi. Namun pada definisi paling dasar ini pun, tersimpan persoalan. Ada banyak jenis gambar yang dapat digolongkan sebagai foto. Pada abad ke-19, ada daguerrotype, heliotype, cetak albumen, cetak gelatin perak, photogravure, dan lukisan fotogenik. Di abad ke-20, ada polaroid, pindai elektronik (electronic scanner), foto digital, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan wujud seperti itu mengingatkan kepada kita akan kerumitan yang inheren pada sifat foto itu sendiri: Definisi foto sebagai objek selalu terkait dengan (dan bergantung pada) konteks sejarah, konteks sosial, konteks budaya, dan konteks teknologi. Dengan kata lain, konteks-konteks itulah yang sebenarnya menjadi salah satu penentu definisi, makna, dan nilai foto.










Menjadi lebih hebat dari yang kita kagumi



Menjadi lebih  hebat dari yng kita kagumi, Kita pasti menggagumi orang yang hebat yang 
selalu menginspirasikan kita..  kadang kita sering mengikuti hasil2 karyanya dan tak akan pernah bisa seperti dia, kenapa?
saya pernah mendengar pepatah dari seorang teman yang mengatakan " jangan hanya memotong rumput, tapi belajarlah mencabut rumput ", karena seandainya kita memotog ruput, dia akan tumbuh sepeti itu juga, tetapi seandainya kita mencabutnya,, kemungkinan dia akan tumbuh dengan bentuk yang berbeda.
sering kita megagumi seseorang karna karyanya saja yang membuat kita mengikutinya dan tak akan pernah sama seperti dia, coba ada ubah pemikiran tersebut, jangan hanya menyukai karyanya, tapi belajarlah baagaimana dan kenapa dia membuat karya seperti itu. distu anda  bisa membuat karya seindah dia tampa harus mengikuti karya dia,

karna seni itu luas, buatlah sebuah karakter dari karya anda, supaya orang mengenali anda dengan karya anda sendiri,, bukan karna karya yang seriing anda ikuti.
saya pernah mendengar kata bijak dari seorang fhotografer dunia yaitu Alex Webb, dia mengatakan " Memotretlah karena kamu mencintanya, dan karena bagimu hadiah terbesarnya adalah proses memotret itu sendiri".

setiap photografi  membutuhkan dedikasi , hastar dan kerja keras. temukanlah tempatmu sendiri , gali dalam-dalam lalu ukirlah dengan hati dan pengalamanmu supaya menjadi sesuatu yang menawan yang bisa membuat semua orang mengingatnya dan memory terdalamnya.



About me



aku lahir pada tahun 1989 di Tapak Tuan  , Aceh Selatan. pada tahun 2014 dan bekerja di suatu institusi di aceh yaitu Universitas Ubudiyah Indonesia sebagai photografer,Videografer dan desainer  . . 
sebelum menggeluti photografer aku adalah seorang pelukis amatiran di masa kecilku. pada tahun 2009 aku mulai menggeluti photography  di bidang conseptual photography. pada saat pertama menyukai photograhy bnyak pengorbanan yang aku lakukan, yaitu dengan menjual sepeda motor untuk membeli kamera pertama, perjuangan masa laluku sebagai seorang seorang fhotografer amatiran dengan memodalkan sebuah kamera standar.aku menciptakan karya sentuhan dari sebuah pikiran dan perasaan . tampa mengeluarkan modal untuk membeli alat-alat tambahan,kostum atau menyewa model. "karya tidak   harus memakai sesuatu yang mahal."
kadang  Aku merasa sakit. Meski hanya dari balik lensa kameraku, namun, bidikanku tepat mengenai hatiku. kadang  Aku selalu mencuri-curi kesempatan, untuk mencari, dan mengambil setiap momen yang paling berharga buatku. Meski kameraku adalah kamera butut. . Namun hal itu menjadikan hobiku sebagai sesuatu yang luar biasa, dan penuh tantangan. Termasuk hari ini. Tantangan tersendiri buat keteguhan hatiku di balik lensa atau merusak momen dengan mendatanginya.
Ada percikan dalam segala hal. Sebuah lampu yang hidup di mata seseorang, memori yang memanas, cahaya gairah yang pernah dideklarasikan. hati ku selalu mengatakan lebih dari itu ,mengapa banyak karya yang lebih menceritakan dari pada suatu keindahan, karna saya lebih suka brimajinasi dari pada menunggu, 
Foto itu berbicara dari sejuta makna  (Photo speaks a thousand words)  begitulah kalimat yang sering terdengar dari para fotografer. Sejak teknologinya dikembangkan pertama kali di Perancis telah lahir banyak fotografer-fotografer besar dunia. Tidak hanya foto mereka yang seolah-olah  berbicara, tetapi juga apa yang menjadi pikiran dan ucapan mereka. Teknologi boleh berubah tetapi pikiran dan kalimat bijaksana yang mereka ucapkan tidak lekang oleh waktu.

Green Life Of Atjeh Selawah Rimba


wisata air terjun peucari Aceh Besar


Waterfall tour Alu sadot




wisata Teluk jantang


my life adventure


Wisata Bukit Lamreh


Blog Archive

Categories