Tampilkan postingan dengan label filosofi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filosofi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2016

Apa itu fhoto?


Kini banyak di kalangan fhotografer yang memahami yang namanya photograhy, photografer dan tukang fhoto, tapi apakah mereka mengerti apa itu sebuah fhoto dan kenapa fhoto itu di ciptakan .
kini kita sering medengarkan orang menanyakan tentang apa itu photoraphy atau fhotografer. photography secara umum iyalah seni melukis dengan cahaya, dan phografer adalah oarang yang melukis dengan cahaya tersebut,, di antara keduanya jelas berbeda, hasil dan orang yang menciptakan untuk mendapatkan  hasil. tapi di antara kata keduanya jelas sama, yaitu sebuah kata Fhoto.. apa se sebenarnya fhoto itu,dalam pemahaman saya  fhoto  itu adalah alat dan   tempat untuk menghentikan sebuah waktu, dimana kita menyadari bahwwa kita tak bisa mengulangi waktu itu, tapi kita ingin waktu yang telah kita lewati kita dapat melihat lihat kembali dan rasakan kembali tanpa harus mengingat gambaran yang telah terjadi.


tujuannya bahwa fhoto itu adalah dimana kita ingin melihat dan menceritakan sesuatu yang telah terjadi sebelumnya. dengan bantuan seni dan kreatifitas.. fhoto tersebut menjadi sebuah karya yang dapat membuat penikmat mata merasakan gambaran tersebut menjadi tempat dimana dia berada di situ atau di dalam gambaran tersebut.
Dalam artikel yang saya baca, yang di tulis oleh Eki Qushay Akwn iya mengatakan
“Bagi kebanyakan orang, pertanyaan “Apa itu foto?” mungkin dianggap sepele dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Bahkan ketika diajukan kepada para peminat fotografi, jawaban yang biasanya mengemuka adalah definisi yang diberikan oleh kamus, yaitu gambar yang dihasilkan dengan menangkap cahaya pada medium yang telah dilapisi bahan kimia peka cahaya atau sensor digital (kombinasi dari photo yang berarti cahaya, dan graph yang berarti catatan, tulisan, atau lukisan). Tidak banyak yang sadar bahwa di balik kesederhanaan artefak yang benama foto tersimpan kerumitan yang membuat definisi foto tidak sesederhana yang dibayangkan.
Pada level wujud, foto memang sebuah gambar, sebuah penyerupaan yang dihasilkan lewat proses yang dinamakan fotografi. Namun pada definisi paling dasar ini pun, tersimpan persoalan. Ada banyak jenis gambar yang dapat digolongkan sebagai foto. Pada abad ke-19, ada daguerrotype, heliotype, cetak albumen, cetak gelatin perak, photogravure, dan lukisan fotogenik. Di abad ke-20, ada polaroid, pindai elektronik (electronic scanner), foto digital, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan wujud seperti itu mengingatkan kepada kita akan kerumitan yang inheren pada sifat foto itu sendiri: Definisi foto sebagai objek selalu terkait dengan (dan bergantung pada) konteks sejarah, konteks sosial, konteks budaya, dan konteks teknologi. Dengan kata lain, konteks-konteks itulah yang sebenarnya menjadi salah satu penentu definisi, makna, dan nilai foto.










Menjadi lebih hebat dari yang kita kagumi



Menjadi lebih  hebat dari yng kita kagumi, Kita pasti menggagumi orang yang hebat yang 
selalu menginspirasikan kita..  kadang kita sering mengikuti hasil2 karyanya dan tak akan pernah bisa seperti dia, kenapa?
saya pernah mendengar pepatah dari seorang teman yang mengatakan " jangan hanya memotong rumput, tapi belajarlah mencabut rumput ", karena seandainya kita memotog ruput, dia akan tumbuh sepeti itu juga, tetapi seandainya kita mencabutnya,, kemungkinan dia akan tumbuh dengan bentuk yang berbeda.
sering kita megagumi seseorang karna karyanya saja yang membuat kita mengikutinya dan tak akan pernah sama seperti dia, coba ada ubah pemikiran tersebut, jangan hanya menyukai karyanya, tapi belajarlah baagaimana dan kenapa dia membuat karya seperti itu. distu anda  bisa membuat karya seindah dia tampa harus mengikuti karya dia,

karna seni itu luas, buatlah sebuah karakter dari karya anda, supaya orang mengenali anda dengan karya anda sendiri,, bukan karna karya yang seriing anda ikuti.
saya pernah mendengar kata bijak dari seorang fhotografer dunia yaitu Alex Webb, dia mengatakan " Memotretlah karena kamu mencintanya, dan karena bagimu hadiah terbesarnya adalah proses memotret itu sendiri".

setiap photografi  membutuhkan dedikasi , hastar dan kerja keras. temukanlah tempatmu sendiri , gali dalam-dalam lalu ukirlah dengan hati dan pengalamanmu supaya menjadi sesuatu yang menawan yang bisa membuat semua orang mengingatnya dan memory terdalamnya.



Senin, 04 April 2016

Skateboarding dan fotografi



Skateboarding dan fotografi




Download file : http://ceesty.com/w34c7v


Skateboarding dan fotografi masing-masing datang jauh dalam 40 tahun terakhir. Dari Z-Boys dan kamera film tahun 1970-an ke X-Games dan kamera digital modern, skateboard dan kamera masing-masing telah berkembang di kanan mereka sendiri.
Artikel ini akan memberikan beberapa tips tentang cara untuk mengambil foto besar skateboarding dengan kamera SLR digital. Kita tahu bahwa banyak dari Anda mungkin belum memiliki anggaran untuk kamera profesional dan lensa, sehingga Anda dapat mencoba untuk mengadaptasi teknik ini untuk apa pun yang Anda menembak dengan, apakah itu iPhone atau kamera point-and-shoot.

 fotografi aksi olahraga tidak memerlukan tubuh mewah kamera, lensa, dan peralatan pencahayaan. Kebanyakan ponsel pintar modern besar built-in kamera, beberapa dengan kemampuan untuk menembak pada resolusi yang lebih tinggi dari SLR digital (single lens reflex). Ada juga berbagai macam lampiran aftermarket yang tersedia. Anda sering dapat membeli wide-angle adaptor lensa untuk kamera ponsel pintar Anda di sebagian kecil dari biaya lensa wide-angle yang nyata.
 Dengan semua ini dikatakan, SLR digital masih merupakan cara terbaik untuk pergi. Kami merekomendasikan Nikon atau Canon. Jika Anda kekurangan uang tunai, tapi masih ingin kamera yang besar, Anda dapat sering menemukan model pabrik-diperbaharui dengan diskon yang signifikan. Banyak pengecer kamera terkemuka juga menjual digunakan / lensa diperbaharui dan peralatan pencahayaan. Ini merupakan pilihan yang baik amatir dan profesional sering mengambil keuntungan dari. Pengecer dengan reputasi besar termasuk Adorama.com dan BHphotovideo.com.
 Wide-angle dan fisheye lensa yang sangat populer ketika datang ke olahraga menembak tindakan karena mereka memungkinkan fotografer untuk bangun dekat namun masih menangkap semua tindakan. Anda bisa, bagaimanapun, menggunakan segala macam lensa yang berbeda, filter, dan pengaturan pencahayaan untuk membuat foto besar skateboard.

Filosofi Foto Hitam Putih

Filosofi Foto Hitam Putih

Download file : http://ceesty.com/w34c7v


    Fhoto By Bastera Rusdi



Foto Hitam putih/ black and white disebut juga dengan fotografi monochrome karena hanya melibatkan satu buah warna. Fotografi jenis ini sangat populer untuk foto jurnalis/portrait/wedding yang menghadirkan kesan klasik, historik dan murni/jujur apa adanya. Seorang fotografer yang berniat mengabadikan foto hitam putih harus mengetaui dengan persis alasannya dan mengapa dia tidak perlu mengabadikan semua warna.
Saat pertama kali digunakan, kamera hanya mampu mengabadikan foto hitam putih dan foto berwarna baru diperkenalkan pada tahun 1930 an namun belum digunakan secara meluas pada saat itu. Foto hitam putih masih mendominasi dengan biaya murah dan seiring dengan turunnya harga film warna dan dan biaya pemrosesan, foto black and white mulai jauh berkurang hingga saat ini. Foto hitam putih tidak hilang begitu saja, namun masih cukup digemari hingga saat ini, baik untuk majalah maupun karya seni lainnya.
Mengabadikan foto hitam putih tidaklah sama dengan foto berwarna, karena foto tersebut harus lebih memperhatikan kontras/warna yang berlawanan antara satu dan lainnya yang diakibatkan oleh pencahayaan. Seorang fotografer harus jeli menonjolkan daerah dengan pencahayaan yang kontras. Fotografi hitam putih sangat baik saat kondisi kontras rendah, seperti cuaca yang sedang mendung. Kita perlu memperhatikan lebih dalam tentang komposisi, karena tidak ada warna yang bisa dinikmati, diperlukan penonjolan bentuk dan pencahayaan. Bayangan juga sangat berperan penting dalam foto hitam putih.
Foto hitam putih merupakan foto yang polos yang memaksa kita untuk melihat bentuk daripada warna. Sebuah subjek dengan pencahayaan redup dan memiliki bayangan mungkin tidak berarti dalam gambar berwarna, namun dalam foto hitam putih bisa saja sangat powerful.
Foto hitam putih mampu menyampaikan kesan murni serta emosi yang sangat kuat, dan hal inilah yang mendasari mengapa sampai saat ini beberapa majalah dan koran masih sering menggunakannya.
Foto hitam putih masih digunakan, hanya sebagian orang yang menggemarinya, dan kebanyakan mereka mengambil gambar berwarna kemudian menggunakan program editing untuk merubahnya. Foto hitam putih lebih banyak terkait dengan kontras, jadi perhatikan dan tonjolkan hal tersebut. Cahaya yang masuk ruangan agak gelap depadukan dengan berbagai macam pola, bentuk dan pengulangan dalam frame mampu membuat gambar luar biasa. Kondisi minim cahaya mampu menampilkan kesan lembut yang tidak akan terlihat dalam gambar berwarna.
Mengubah/mengedit dari gambar berwarna ke hitam putih merupkan sesuatu yang sangat sederhana, namun bila kita menginginkan hasil yang berkualitas pikirkan dahulu bagaimana dan apa yang akan kita abadikan dan belajar bagaimana cara menggunakan berbagai tools software editing untuk hasil maksimal.
Kunci utama untuk mendapatkan gambar hitam putih yang menarik adalah kita mampu membayangkan subjek yang berwarna dalam kondisi hitam putih dan terus mencoba menvisualisasikan bagaimana hasil akhirnya. Namun bukan hanya itu saja karena foto hitam putih juga tergantung dari berbagai faktor. Nah untuk percobaan, anda dapat melakukan editing gambar berwarna yang sudah ada menjadi hitam putih, selamat mencoba.

by 

Filosofi Fotografi

                                fhoto by Google


Filosofi dari fotografi itu tidak hanya sekedar "menjepret" kan kamera ke objeek yang di tuju, namun yang terpenting dari seni ini adalah kejujuran, realita dan keindahan akan menjadi sebuah moment yang sangat bermakna bagi foto tersebut ataupun sejarah dari foto tersebut.
Warna yang kuat, pencahayaan rendah, bahasa tubuh subyek, serta kedalaman sebuah peristiwa merupakan karakter karya wartawan foto Steve McCurry. Tengoklah foto ”Afghan Girl” yang direkam di kamp pengungsian Nasir Bagh tak jauh dari Peshawar, Pakistan, tahun 1984. Karyanya yang menghiasi sampul majalah National Geographic itu sudah menjadi ikon dunia. Hingga majalah ini pun pada tahun 2002 mengulas pertemuan kembali McCurry dengan Sharbat Gula, nama gadis yang dipotretnya itu, selang waktu 17 tahun berlalu.
Pupil mata berwarna hijau yang menatap tajam milik Sharbat Gula adalah salah satu dari sekian banyak karyanya yang sangat selektif dalam pemilahan warna dan kepekaan dalam membaca simbol-simbol warna untuk direkam dalam ruang dua dimensi.
Karya lainnya yang menampilkan kepiawaian McCurry dalam mengolah warna adalah foto seorang bocah lelaki tengah melompat di sebuah perkampungan di Jodhpur, India, tahun 2007, yang menjadi sampul buku The Unguarded Moment yang diterbitkan oleh penerbitan Phaidon Press tahun 2009.
Steve McCurry memulai kariernya dengan bergabung pada agensi foto Magnum, juga banyak membantu majalah National Geographic. McCurry berpendapat, sebuah foto harus didukung filosofi yang kuat. Dalam wawancara dengan Kompas di Singapura, Juni lalu, McCurry mengatakan, ia tetap bertahan pada filosofi itu walau melewati pergeseran teknologi dari fotografi film ke fotografi digital.
Filosofi fotografi menjadi bagian penting untuk memahami teknis fotografi, terutama pada saat mengeksplorasi sebuah peristiwa dalam kondisi apa pun. Ucapannya itu dicerminkannya dalam ratusan karya foto yang memiliki karakteristik pada tingkat cahaya rendah, bidang warna, bahasa tubuh, dan pembekuan karakter wajah manusia yang menyiratkan kekuatan simbol etnis tertentu pada karya fotonya berkategori potret.
McCurry sangat menjaga irama permainan warna dan garis-garis bayangan, seperti terungkap di atas, meski pemotretan yang dia lakukan saat hujan maupun senja hari sekalipun.
Bahasa tubuh menjadi alasan penting saat mengambil keputusan menekan rana, itu ia tunjukkan pada foto yang direkamnya di Jodhpur tahun 1996, yang menggambarkan tiga lelaki India dengan kostum yang sama di teras rumah, tetapi berpose dan gerakan tubuhnya berbeda. Pentingnya memahami bahasa tubuh manusia dalam pemotretan dijelaskanya juga pada seksi workshop fotografinya.
Pria kelahiran Philadelphia tahun 1950 ini hidup malang melintang di dunia fotografi lebih dari 30 tahun dan banyak menerima penghargaan, di antaranya penghargaan Robert Capa Gold Medal Award 1980, untuk liputan perang di Afghanistan pada majalah Time, World Press Photo 1992 pada kategori alam lingkungan ini dekat dengan alam.
Bahkan, hujan sekali menjadi sebuah peristiwa dramatis baginya. Ekspresi dua gadis kecil berteduh di bawah tampah tengah diguyur hujan deras di Jawa tahun 1983, atau foto biku yang tengah menembus hujan di kompleks Candi Angkor Wat, Kamboja, 1999.
Menandai perjalanan kariernya selama 30 tahun, Steve McCurry menerbitkan kembali buku kumpulan karya fotonya dan berpameran dengan tajuk The Unguarded Moment di Asian Civilization Museum, Singapura, Juni lalu.
The Unguarded Moment merupakan buku kesepuluh dari keseluruhan buku foto yang pernah diterbitkannya. Buku itu merupakan kumpulan foto-fotonya yang direkam di India dan di beberapa negara Asia lainnya, kecuali Indonesia.
Dalam pameran fotonya, McCurry memberikan kepercayaan kepada Epson print untuk mencetak sekitar 45 foto yang terpajang di ruang pameran. Foto-fotonya yang dicetak dengan menggunakan Epson Stylus Pro 7900 dan 9900 itu, menurut dia, memiliki kesempurnaan warna dan cemerlang, terutama pada Epson Stylus Pro 9900 yang memiliki 11 tinta warna, khusus untuk mengejar warna kulit manusia, terutama pada foto-foto berkategori potret yang menonjolkan warna kulit wajah manusia dari berbagai etnis di belahan dunia. Epson Stylus Pro 9900 menambahkan dua tinta warna dari versi sebelumnya hanya sembilan tinta warna, yaitu warna hijau dan oranye.
Selain pameran, McCurry mengadakan workshop dan lomba foto bagi fotografer selama sehari. Dalam workshop-nya, ia mengingatkan para fotografer muda agar menggunakan format RAW dalam pemotretan dengan kamera digital. Dalam format RAW akan didapat ukuran data foto yang besar sesuai dengan kemampuan kamera, juga kepadatan warna yang maksimal, lebih baik daripada format JPEG.
Meski wilayah liputannya di Asia Tenggara, McCurry baru sekali ke Indonesia, tahun 1983, itu pun hanya tujuh minggu, di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi. Di Bojonegoro, Jatim, ia pernah memotret seorang gadis cilik berdiri di depan pagar rumah yang hampir tenggelam akibat banjir. Foto  itu menghiasi bukunya berjudul Monsoon yang terbit tahun 1988.
Di Indonesia, menurut dia, banyak sekali obyek foto menarik, terutama kehidupan keseharian, untuk direkam menjadi gambar. Dia ingin sekali berkunjung dan merasa berbahagia bila ada kesempatan bisa ke Indonesia lagi. ”Asal ada yang mau memberikan tiket…,” ungkapnya sambil bercanda menutup wawancara. Eddy Hasby

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=455022231187552&id=123462811010164

Street Fotografi dengan Filosofi

Street Fotografi dengan Filosofi

Download file : http://ceesty.com/w34c7v
                                                       photo by Bastera Rusdi


Street Photography atau fotografi jalanan adalah aliran fotografi yang menarik. Sedikit berbeda dengan fotojurnalistik yang fokusnya mengabadikan momen puncak/klimaks . Street photography bertujuan untuk merekam kegiatan sehari-hari . Foto biasanya diambil... dari jarak dekat dan fotografer berada disekitar objek daripada dari jarak jauh.


Fotografer harus dapat mengambil gambar dengan diam-diam tapi bukan sembunyi dan melakukannya dengan cepat dan lugas.

Peralatan fotografer juga harus menunjang. Kamera klasik yang sering digunakan adalah kamera film buatan Leica. Saat ini, kamera SLR digital pun sudah sering dipakai. Lensa yang dipakai biasanya lensa pendek atau wide angle. 28mm, 35mm and 50mm biasanya adalah favorit fotografer jenis ini.

Memilih kamera digital SLR untuk fotografi jalanan cukup menantang, pertama kita memerlukan kamera berukuran kecil, tapi enak digenggam dan cukup responsif dalam auto fokus maupun saat mengambil gambar. Kamera saku kurang ideal dalam fotografi jenis ini karena kamera ini memiliki jeda dalam pengambilan gambar/ shutter lag. Kamera berukuran kecil penting karena kita tidak ingin orang-orang di jalan memperhatikan kamera kita.

Gaya street photografi dan fotojurnalisme sering dipadukan dalam meliput acara seperti pernikahan. Contoh legenda street photographer adalah Henri Cartier-Bresson.

Semua orang sekarang bisa dengan mudah menjadi seorang fotografer. Akibatnya membuat foto indah, bisa dilakukan oleh siapa saja. Tapi untuk membuat foto yang 'berbicara' atau yang memiliki fiosofi tertentu, tak banyak yang bisa melakukannya. Selama seorang fotografer masih menuruti kaidah 'foto indah' atau foto salon sesuai selera umum, ia akan terus terjebak untuk menyenangkan orang lain, tanpa memberi kesempatan kepada dirinya untuk menghadirkan dimensi lain dari karya-karyanya.

Mulailah membuat foto dengan sebuah pemahaman lain, dengan pengalaman lain. Jadikan foto karya Anda sebagai "potret diri" Anda. Jadilah seorang chef, bukan sekedar tukang masak. JAdilah arkitek, bukan sekedar tukang bangunan. Tak terlalu penting apa kamera yang Anda miliki. Asal mengerti teknik dasar, lalu bukalah hati dan pikiran. Biarkan energi dari subjek yang Anda foto merasuki.

Berikut beberapa trik dan tips untuk melakukan street fotografi dengan filosofi:


1. Think Simple
Tak perlu selalu mengharapkan kejadian yang luar biasa akan terjadi di depan Anda. Apapun yang ada di sekeliling Anda, bisa menjadi subjek menarik untuk diabadikan. Jadilah artis, salurkan insting artistik Anda.

2. Sabar
Menunggu saat yang tepat untuk menghasilkan sebuah peristiwa tertentu kadang diperlukan. Atau sabar dengan tekun mencoba berkali-kali membidik sebuah subjek yang sama demi hasil yang diharapkan.


3. Let "Them" Blur
Jangan hapus foto-foto yang menurut Anda blur. Foto-foto blur yang Anda hasilkan, bukan berarti Anda telah gagal menghasilkan foto bagus. Bagus bukan berarti tak baik. Cermati secara objectif. Rasakan dan ingat emosi apa yang Anda rasakan ketika Anda meng-click kamera Anda. Adrenalin dan energi Anda akan terekam dalam setiap jepretan yang Anda buat. Anda akan terkejut ketika menyadari bahwa Anda telah membuat 'hubungan' yang sangat dalam dengan subjek foto Anda.


4. Think Fast
Jangan ragu, ketika Anda merasa yakin untuk membidik sesuatu, lakukan saja. Kadang banyak moment yang terjadi sepersekian detik dan tak akan pernah terulang lagi.

5. Buat Foto Serial
Bidik apa saja yang pada saat itu menarik perhatian Anda. Dari satu trip ke trip lain, dari sesi pemotretan ke sesi pemotretan yang lain, Anda akan menemukan kemiripan thema dari subjek-subjek yang Anda ambil. Misalnya, seri foto grendel pintu dari setiap bangunan yang Anda kunjungi atau seri foto kehidupan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. Bisa juga seri foto potret maupun suasana pasar tradisional di berbagai daerah. Jika Anda mulai melatihnya, Anda akan terbiasa dengan segala macam thema yang beragam. Anda akan kagum dengan koleksi foto serial Anda setelah sekian lama Anda melakukannya. Saya membuat serial yang saya beri judul 'sleeping Dictionary'.

6. Eksperimen
Jika mungkin, lakukan berbagai eksperimen dengan komposisi,shutter speed, cahaya, panning, etc. Berpikirlah seperti seorang chef yang sedang menciptakan resep baru. Maka Anda akan berekspreimen dengan segala teknik fotografi yang Anda kuasai dan pengalaman yang pernah Anda capai.

7. Don't think, just shoot
Terlalu banyak pertimbangan kadang hanya membuat diri kita bingung. Anda bingung menentukan apakah subjek mau dibuat vertikal atau horisontal, Anda bingung mengatur shutter speedyang tepat, Anda bingung menentukan komposisi.

8. Think Fun
Gunakan imajinasi Anda. Seorang bikhu yang membujang seumur hidupnya, suatu ketika mengunjungi kursus perkawinan. Ah, tentu saja bukan kejadian sungguhan. Namun foto yang Anda hasilkan bisa bercerita sedemikian rupa.


9. Referensi
Sering mengunjungi toko buku untuk melihat buku-buku fotografi maupun design grafis, akan menambahwawasan dan apresiasi kita terhadap sebuah karya foto. Atau tengoklah bagaimana banyak cover buku maupun novel asing dibuat. Foto dijadikan ilustrasi. Tak semua terlihat indah bahkan dari segi teknik fotografi umum kadang melenceng. Namun kita bisa menicum betapa foto-foto tersebut penuh dengan arti.
by 

Foto selfie

Foto selfie; trend jadul yang ngetrend lagi sekarang

Foto selfie; trend jadul yang ngetrend lagi sekarangSekarang istilah selfie lagi tren banget, artinya kurang lebih motret diri sendiri. Dulu dianggapnya orang2 yg hobi narsis begitu tuh alay, sekarang presiden Obama juga melakukannya, malah astronot Hopkins pun melakukan itu di ketinggian 420 kilometer dari permukaan laut.

Padahal yang setauku kegiatan selfie itu udah ada dari taun 1900an. Bukan aku yg melakukan penelitian, tetapi aku nemu aja beritanya bahwa orang2 jaman dulu juga mengambil foto dirinya sendiri dengan bantuan cermin. Maklum dulu kamera ga punya timer apalagi bisa dibolak balik arah seperti sekarang, malah pake remote segala buat ngejepret.

Ada foto yang diyakini diambil di Nairn Skotlandia tahun 1907, seorang anak laki2 memotret dirinya sendiri di depan cermin. Biasanya foto2 kaya gini dicetak dan dipajang di rumah, kalau sekarang jelas lah orang melakukannya untuk di upload ke socmed atau buat gonta ganti foto profil.

Kalo dipikir-pikir, ternyata cemerlang juga ya orang2 jaman dulu itu. Apa yang dulu mereka lakukan, ternyata sama dengan apa yang kita lakukan sekarang, yang beda cuma perangkatnya doang plus orang sekarang ngerasa membuat trend, padahal udah super jadulnya hehe.

sumber : http://www.ceritamu.com/cerita/Foto-selfie-trend-jadul-yang-ngetrend-lagi-sekarang

ETIKA DALAM FOTOGRAFI

photograper bastera rusdi



       APAKAH ada kode etik dalam dunia fotografi? Jawabnya, tentu saja ada. Sekalipun bagi para fotografer di Indonesia, kode etik itu belum tertulis secara formal, tapi baru dalam tahapan sekadar ‘sesuatu yang dipahami’. Artinya, sampai hari ini kode etik tersebut masih sampai pada tataran ‘sekadar pegangan’ yang tidak memiliki kekuatan mengikat.

Tapi tidak demikian halnya dengan fotografer yang terlibat di dalam kerja jurnalistik. Para wartawan atau jurnalis foto dalam melaksanakan kerja profesinya sebagai wartawan telah terikat dengan suatu kode etik jurnalistik (kewartawanan) yang tidak hanya ‘harus dipahami’, tetapi juga harus dipatuhi. Dengan kata lain, setiap wartawan foto dalam kerja profesinya senantiasa harus berpegangan dan tunduk kepada ketentuan-ketentuan yang ada di dalam kode etik tersebut.

Persoalan etika di dalam dunia fotografi, hingga hari ini memang selalu menjadi bahan perdebatan dan pergunjingan yang menarik. Di luar negeri misalnya, cara kerja para paparazi (fotografer bebas) yang sering mengabaikan etika dan melanggar hak pribadi orang lain, banyak mendapat protes dan kecaman.



Jangan Melanggar Hak Pribadi

Sekalipun belum ada kode etik yang tertulis secara formal, tapi setiap fotografer dalam kerjanya dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi atau menghormati norma-norma dan nilai-nilai etika yang ada di masyarakat. Hal utama yang harus diperhatikan ketika melakukan kerja profesinya adalah menghindari perbuatan-perbuatan yang melanggar hak pribadi orang lain.

Hak pribadi orang lain itu dilindungi oleh hukum. Seseorang yang hak pribadinya merasa telah dilanggar oleh seorang fotografer melalui karya fotonya, berhak memperkarakan fotografer itu secara hukum. Hak pribadi itu misalnya, hak untuk berbuat apapun di dalam rumahnya sendiri, sejauh hak itu tidak bertentangan dengan hukum.

Jadi, apabila seorang fotografer dengan cara menyelinap telah memotret sepasang suami-isteri yang sedang bermesraan di rumahnya sendiri, maka perbuatan itu dikategorikan sebagai pelanggaran etika yang berat. Bahkan, tindakan itu juga merupakan perbuatan melawan hukum yang bisa dipidanakan.

Persoalannya tentu akan berbeda jika pasangan suami-isteri itu ‘bermesraan’ di area publik yang terbuka, misalnya di taman-taman kota yang ramai pengunjungnya, di pusat-pusat keramaian,di pinggir-pinggir jalan, dan di tempat-tempat yang bisa disaksikan orang-orang lain. Dengan bermesraan di area terbuka atau area publik, maka si pelaku, apakah mereka pasangan suami-isteri yang sah atau pasangan cinta lainnya telah kehilangan ‘hak pribadi’ atau ‘hak-hak hukum’nya. Mereka telah melepaskan hak-hak itu untuk diketahui atau ditonton oleh masyarakat luas.

Jika peristiwa semacam itu ditemukan oleh seorang fotografer, maka perbuatan fotografer (memotret) tersebut tidak dapat dikatakan telah melanggar hak pribadi orang lain. Terlebih lagi bila si fotografer itu adalah seorang wartawan foto, sehingga peristiwa yang terekam di dalam kameranya itu kemudian muncul di media surat kabar, majalah dan semacamnya, maka si ‘objek’ tidak bisa menuntutnya secara hukum. Meskipun kemudian foto yang dimuat itu telah dilihat ribuan pembaca, wartawan foto dan medianya tidak bisa dituntut telah melakukan perbuatan pencemaran nama baik atau perbuatan yang tidak menyenangkan.

Akan tetapi media pers bersangkutan harus berhati-hati dalam menentukan pilihan terhadap foto-foto yang akan dimuat. Sebab, apabila tidak berhati-hati dalam memuat fotonya, media pers tersebut bisa terjerat ke perangkap hukum. Kalau pilihan foto yang dimuat adalah foto yang menampilkan adegan penuh birahi atau sarat dengan kesan pornografi, maka media pers dan si wartawan foto bisa dijerat dengan pasal melanggar kesusilaan serta menyebarluaskan fornografi. Larangan wartawan dan media pers menyebarluaskan hal-hal yang melanggar kesusilaan dan pornografi itu tidak saja tertera di dalam kode etik jurnalistik, tetapi juga di dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.



Menolong atau Memotret?

Menolong atau memotret? Ini adalah pertanyaan manusiawi yang muncul di benak setiap fotografer, terutama wartawan foto, ketika menjumpai suatu peristiwa yang berhubungan dengan keselamatan jiwa orang lain. Bahkan, tidak sedikit pihak yang mencela bahwa wartawan foto tidak memiliki rasa kemanusiaan, karena lebih mementingkan bidikan kameranya dibanding jiwa atau nyawa korban yang tergeletak di depannya.

Dalam banyak kasus yang berhubungan dengan keselamatan jiwa orang lain itu, wartawan foto (forografer) memang sering dihadapkan pada persoalan batin yang sulit. Tugas utama wartawan foto adalah memotret. Kewajiban profesinya sebagai wartawan foto yang bertugas memotret telah membuatnya terpaksa harus mengenyampingkan naluri kemanusiaannya untuk menolong. Sekalipun mungkin, langkahnya itu telah mengakibatkan jiwa orang lain menjadi tidak bisa tertolong lagi.

Dalam persoalan batin yang sulit seperti itu, ada beberapa contoh kasus yang menarik untuk disimak. Salah sari di antaranya kisah yang dialami Kevin Carter, seorang wartawan foto lepas dari Kantor Berita Reuters dan Sygma Photos New York di Afrika Selatan. Tahun1993 ia mendapat tugas dari Reuters untuk meliput kasus kelaparan yang terjadi di Sudan.

Salah satu foto hasil liputannya di Sudan itu telah mendapatkan Hadiah Pulitzer tahun 1994. Hadiah Pulitzer merupakan penghargaan paling bergengsi bagi insan pers di Amerika Serikat. Foto Kevin Carter yang meraih Hadiah Pulitzer itu menampilkan gambar seorang anak kecil yang kurus kering karena kelaparan tertunduk tak berdaya di jalanan sunyi. Sedang hanya beberapa langkah di belakang anak kecil itu terdapat seekor burung pemakan bangkai. Burung itu seperti sedang menunggu kesempatan untuk melahapnya. Anak kecil yang tak berdaya itu sebelumnya terjatuh dari atas kendaraan yang membawa rombongan penduduk yang menuju ke posko pembagian makanan. Entah mengapa tidak seorang pun dalam rombongan penduduk tersebut yang mengetahui jika anak kecil itu terjatuh dan tertinggal.

Kevin Carter yang melihat si anak terjatuh dan tertinggal, kemudian ditunggui seekor burung pemakan bangkai, tidak mensia-siakan moment yang menarik itu. Ia langsung memotretnya. Sehabis memotret beberapa kali, ia pun segera bergegas meninggalkan anak kecil itu, karena ingin secepatnya sampai di lokasi posko pembagian makanan, agar tidak tertinggal peristiwa-peristiwa menarik lainnya.

Tapi beberapa hari kemudian, Kevin Carter dilanda kegelisahan dan penyesalan yang dalam. Ia gelisah memikirkan nasib anak kecil kurus tak berdaya yang tertunduk di jalanan kering dan ditunggui seekor burung pemakan bangkai itu. Dalam pikirannya, anak kecil itu kemudian meninggal dan disantap burung pemakan bangkai. Ia dilanda perasaan bersalah yang sangat besar.

Perasaan bersalah karena tidak menyelamatkan anak kecil itu terus dibawanya sampai pada saat menerima Hadiah Pulitzer tersebut di New York pada tanggal 23 Mei 1994. Hadiah penghargaan bergengsi itu tidak mampu menghapus perasaan bersalah yang menyesak-nyesak di dadanya. Kevin Carter benar-benar mengalami penderitaan batin yang dahsyat, Klimaksnya, dua bulan kemudian, tepatnya di bulan Juli 1994, ia ditemukan tewas di rumahnya, di Johannesburg, Afrika Selatan. Ia tewas bunuh diri dengan meninggalkan selembar surat. Di dalam surat terakhirnya itu, Kevin Carter menyatakan dirinya tidak kuat mengalami penderitaan batin karena telah mengutamakan profesinya dibandingkan kewajiban kemanusiaannya.

Tragisnya, anak kecil yang terabadikan di dalam fotonya, yang semula diperkirakan telah meninggal dan dimakan burung pemakan bangkai itu, ternyata masih hidup. Beberapa hari setelah kematian Kevin Carter, media-media di Amerika Serikat pun gencar memberitakan bahwa anak kecil di fotonya itu masih hidup, karena kemudian ada orang lain yang menolongnya.

Pertanyaannya, apakah Kevin Carter telah melanggar etika dalam fotografi? Jawabannya tentu bisa diperdebatkan. Tapi, dari sudut pandang fotografi, apa yang dilakukan Kevin Carter bukanlah perbuatan yang bisa dikategorikan melanggar etika fotografi. Karena tugas seorang wartawan foto atau fotografer di lapangan adalah memotret. Itu saja. (SEA)

Foto yang bercerita

“Sebuah foto yang bagus adalah yang penuh dengan ekspresi dari apa yang dirasakan seseorang tentang sesuatu yang diabadikannya, sehingga akhirnya menangkap ekspresi yang jujur tentang kehidupan.” – Ansel Adams"

Berbagai foto dengan penuh ketepatan pengambilan yang bisa begitu  terkenal dan bisa membuat orang melihatnya merasakan apa yang tertuang dalam klise gambar, mereka akan selamanya teringat dalam sejarah. Gambar-gambar yang ditangkap begitu tepat, mereka tak mungkin untuk dilupakan. Tanpa ada ucapan gambar mereka mengandung berjuta makna mendalam. semoga kalian mengerti dengan apa yang di “Bicarakan”



 
Download file : http://ceesty.com/w34c7v

fhotografer "tatapan penuh cerita"  bastera rusdi


setiap kali saya melihat fhoto ni,, saya salalu bertanya! apakah  tatapannya penuh penderitaan ..
hari itu saya pergi dengan teman ke suatu tempat untuk mengabil gambar sunset di daerah Lokhga aceh besar.. dalam perjalanan saya bertemu dengan seorang anak di jembatang peunayong banda aceh dengan luka sekujur tubuhnya dan tatapan nya begitu menyedihkan.. saya berhenti dari kejauhan dan mengambil beberapa gambar dengan lensa panjang... dan siapa sangka si anak tau kalo saya sedang mengambil beberapa gambar dirinya..  setelah itu di pergi dan menghilang... sampai saat ini ketika saya melihat fhoto ini saya slalu bertanya pada diri saya.. "ada apa dengan nya".. apakah begitu besar penderitahan hidupnya .. sampai senyumpun tak dapat terlihat.. 

fhotografer "tatapan penuh cerita"  bastera rusdi

PENGERTIAN FINE ART PHOTOGRAPHY

Download file : http://ceesty.com/w34c7v

Kalau sebelumnya kita sudah membahas macam-macam genre fotografi, kali ini kita mau membahas salah satu genre dari fotografi.Genre foto tersebut adalah Fine Art Photography. Kalau dengar genre ini pasti yang pertama kali terfikirkan adalah seni fotografi. Tidak salah memang tapi tidak hanya sekadar seni yang terkandung di dalam Fine Art Photography.
Fine Art Photography atau bahas lainnya adalah Art Photography ini memiliki artian Fine Art Photography adalah cabang fotografi yang lebih menitikberatkan nilai estetika dan intelektual dalam karya-karyanya. Jadi selain indah foto tersebut juga mengandung arti. Foto yang ada pada sebuah foto Fine Art dikenal sebagai salah satu foto yang sulit dimengerti. Memang benar karena tidak semua orang dapat menerjemahkan suatu foto.
Fine Art Photography diciptakan oleh seorang fotografer sesuai dengan visi dari seorang fotografer itu sendiri. Fotografi ini berlawanan dengan fotografi representasional, seperti photojournalism yang menyajikan visual documenter subjek dan peristiwa tertentu. Fine Art Photography biasanya digunakan untuk mengiklankan suatu produk atau jasa tetapi tak jarang Fine Art digunakan untuk menceritakan suatu seni murni yang ditemukan oleh seorang fotografer. Fine Art akan sering kita jumpai di museum atau gallery.
Dalam membuat sebuah foto Fine Art ada 3 elemen besar yang sangat penting yaitu, mata, otak dan kamera yang saling berkaitan. Seseorang dikatakan mengerti Fine Art ketika ia sudah mengerti suatu foto seni secara ilmu pengambilan foto, baik secara intrepretasi, apresiasi dan ekspresi makna dari suatu foto Fine Art.
Bagaimana sampai sini sudah mengerti kan apa maksud dari Fine Art Photography itu. Tidak gampang memang tetapi apabila kita mengerti suatu foto itu bisa menghasilkan banyak arti yang tersembunyi

sumber : http://www.idseducation.com/2014/01/16/pengertian-fine-art-photography/

Filsafat dan filosofi dalam photography



Sebelum kita membahas apa itu filosofi dan filsafat dalam fhotography.. sebaiknya kita harus mengerti apa itu filosofi dan filsapat.
filsafat adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari etika, estetika, epistemologi, kosmologi & logika dalam hidup. 

Estetika ialah salah satu cabang ilmu filsafat yang membahas soal-soal seperti "apa itu keindahan?", 
"kapan sesuatu itu disebut indah?", "apa saja kriteria sesuatu dapat disebut indah atau buruk?", 
"bagaimana cara menilai keindahan?", "apa itu seni?", "kapan sesuatu layak disebut seni?", 
"bagaimana menilai suatu karya seni?", "kriteria apa yang dipakai agar sesuatu dapat disebut seni?", 
"bagaimana cara menilai selera?", "apa tujuan dari seni?", dan lain-lain. Intinya, estetika ialah filsafat keindahan atau filsafat seni.

Epistemologi ialah salah satu cabang ilmu filsafat yang ngebahas soal-soal seperti "apa itu pengetahuan?", 
"bagaimana cara manusia menemukan pengetahuan?", "kapan pengetahuan patut disebut benar atau salah?", "apa saja kriteria pengetahuan yang benar?", "apa saja batas-batas pengetahuan manusia?", dan lain-lain. 
Kosmologi adalah sebuah cabang ilmu filsafat yang ngebahas tentang 'kosmos' atau alam semesta. Soal-soal seperti 'gimana sih asal mula adanya alam semesta? 
Logika adalah salah satu cabang ilmu filsafat yang membahas soal-soal seperti "apa itu pemikiran atau penalaran?", 
"bagaimana menalar yang benar?", "apa kriteria menalar yang benar?", "bagaimana menilai penalaran yang benar?", 
"apa saja batas-batas berpikir atau bernalar?", "apa saja kesalahan berpikir?", "apa hukum-hukum berpikir yang universal?", 
"bagaimana menyusun argumentasi yang logis?", dan lain-lain. Intinya, 
logika ialah filsafat berpikir atau filsafat bernalar. 

filosofi adalah tatanan atau aturan-aturan dalam hidup yang menjadi aturan tidak tertulis tetapi di gunakan sebagai kebijakan-kebijakan hidup & menjadikan kekuatan & bekal untuk melangkah...... 

“Saya bukanlah yang terbaik tapi saya akan menjadi yang terbaik.” 
“Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan …, mata Tuhan melihat ketulusan hatimu.” 
"Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik." 

(https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081214164253AA7kie6)
apa itu photography  ? (dari bahasa Inggrisphotography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.


Jadi Filosofi dari fotografi itu tidak hanya sekedar "menjepret" kan kamera ke objeek yang di tuju, namun yang terpenting dari seni ini adalah kejujuran, realita dan keindahan akan menjadi sebuah moment yang sangat bermakna bagi foto tersebut ataupun sejarah dari foto tersebut.
Warna yang kuat, pencahayaan rendah, bahasa tubuh subyek, serta kedalaman sebuah peristiwa merupakan karakter yang kuat dalam seni photography.

Dalam filosofi fhotography kita juga harus bisa menceritakan apa yang kita fhoto, dari makna, tujuaan, cerita,dan juga arti dalam fhoto tersebut, bnyak orang yang mengabadikan sebuah gambar tidak tau tujuan dan makna dalam fhoto yang di abadikannya. sering seorang fhotograpfer pemula mengungkap kan bahwa mengabadikan sebuah gambar dikarenakan  dia menyukai objek tersebut, kadang dalam seni photography keindahan dalam sebuah objek yang di abadikan juga punya cerita tujuan dan makna dalam sebuah gambar yang di abadikan lewat sebuah kamera.
Contoh, photography lancape (photography keindahan alam) dalam photography lancape, indentik dengan sebuah keindahan, tetapi dalam seni photography lancape juga punya cerita dan tujuannya, cerita  dalam fhotography lancape iyalah kita bisa  menceritakan  kenangan  ketika kita berada ditampat tersebut dan kita bisa menceritakan kepada setiap orang bertapa sejuknya,  damainya, dan juga suara kicauan burung yang begitu indah ke pada seseorang..
Tujuannya ialah supaya apa  yang kita rasakan  orang lain juga bisa merasakan nya dan juga bisa membayangkan bertapa indahnya alam tersebut dengan sebuah karya yang yang telah kita abadikan.
jadi  dalam sebuah cerita dan sebuah fhoto membuat orang yang melihatnya tertarik dan ingin berkunjung untuk merasakan bertapa ndahnya alam tersebut.

Sonia Wibisono: Konsep, Buat Foto Lebih Bicara

Sonia Wibisono: Konsep, Buat Foto Lebih Bicara

 

Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat foto dan kamera menjadi lifestyle. Kini setiap orang bisa menjadi fotografer. Namun tidak setiap orang punya konsep dalam fotonya. Haruskan semua foto jadi foto berkonsep? Jawabannya adalah ya, konsep dalam sebuah foto adalah suatu keharusan bahkan foto liputan sekalipun. Demikian dituturkan seniman fotografer Sonia Prabowo saat memberikan materi kepada peserta workshop fotografi di Aula Fakultas Teknologi pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB), Rabu (26/6).
"Saya lebih suka bila diapresiasi bagaimana mengkonsep sebuah foto serta cara menginterprestasi ide dan menuangkan isi pikiran ke dalam sebuah foto," kata Sonia. Terlebih menurutnya, jika mendapat apresiasi bahwa karya kita dapat menginspirasi orang lain. "Untuk itu dibutuhkan sebuah konsep foto," tandasnya.
Dengan konsep, kata Sonia, foto akan dapat lebih banyak berbicara mengungkapkan ide ataupun pemikiran. Konsep dalam sebuah foto menurutnya adalah ide dasar yang dapat dikembangkan menjadi sebuah karya. "Karya film diceritakan dengan narasi dan gerak berdurasi 2 jam. Sedangkan foto harus dapat menuangkan semuanya dalam satu foto. Karena itu kita harus mempunyai konsep dalam memfoto," jelas Sonia memperkenalkan konseptual foto.



Eksekusi foto dipraktekkan langsung oleh Sonia saat tutorial
Sonia menjelaskan, untuk berbagai jenis foto, konsep dasar harus ditentukan agar bisa dipertimbangkan mau membuat foto seperti apa. Untuk foto ego atau foto berencana, konsep menentukan berbagai hal teknis pada saat eksekusi atau sesi pemotretan. Seperti pose model, susunan lightingview of angle, komposisi, gravitasi, shadingdeep of field dan sebagainya.
Misalnya sesi pemotretan foto iklan atau advertising, biasanya sudah ditentukan konsep fotonya seperti apa yang mau dibuat. Creative Director akan membuat storyboard untuk menjelaskan hasil foto nantinya harus jadi seperti apa. Bahkan foto liputan pun, kata dia, semestinya tak luput memikirkan konsepnya. "Misal foto harus terang dan menceritakan kejadian yang diliput atau fotonya gelap ber-ambience. Nah, dari konsep foto liputan tersebut dapat ditentukan style yang akan diterapkan, menggunakan speed lambat atau cepat, dan sebagainya," urai Sonia.
Ia pun menegaskan, "dalam membuat konsep, cobalah untuk membebaskan pikiranmu dari pakem! Coba berpikir secara bebas, eksplor kreatifitasmu". "Buat konsep yang tidak biasa agar foto kamu menempel di benak orang lain selamanya, bukan sekedar foto bagus yang akan terlupakan," kata dia.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah memperbanyak referensi, yang menurut Sonia bisa memperkaya ide saat berkonsep. "Memfotolah dengan gaya yang tidak biasa, jangan takut tampil beda. Fokus terhadap obyek yang mau ditonjolkan, kecepatan dalam menangkap momentum," ujar wanita energik yang melibatkan komunitas bikers Malang saat tutorial.
Lebih jauh, Sonia memberikan tips untuk membuat konsep sebelum pemotretan. Diantaranya menentukan jenis foto yang akan dibuat dan dilanjutkan gambaran visualisasinya. "Gunakan imajinasi dan perbanyaklah mencari referensi sehingga memperkaya khasanah," kata dia. Hal lainnya  yang perlu dilakukan adalah memikirkan bagaimana mengeksekusi foto seperti teknik lighting yang digunakan, kostum, posingsetting appeture, teknik/speed shutter yang digunakan, deep of field, serta ISO yang digunakan. Pasca pemotretan, hal yang perlu dipikirkan adalah digital imaging.  
"Fokus pada object yang mau ditonjolkan, kecepatan dalam menangkap moment. Jika Anda tidak bisa membuat karya foto secara eksekusi nyata, pikirkan apakah olah digital dapat membantu," katanya. "Jika ada fasilitas seperti olah digital, kenapa tidak?" papar Sonia yang baru saja memamerkan karyanya berjudul "25 Sahabat Bapak" ini.
Bila terjun di dunia fotografi komersiil, menurutnya penting untuk melakukan apa yang dibutuhkan klien dan bukan hanya menonjolkan idealism fotografer. "Dalam fotografi komersiil, bergaya sedikit lebay tidak mengapa, memang dibutuhkan sedikit teatrikal," ungkapnya.
Di akhir paparan ia berpesan agar kreatif dalam mengambil foto. Memfoto, kata Sonia, tidak perlu menggunakan peralatan yang lengkap seperti property flash atau lighting selengkap studio foto. "Yang penting kreatifitas mengunakan semua kondisi. Kita dapat menggunakan sumber cahaya dari manapun. Hal itu menunjukkan tingkat kemampuan memotret," pungkasnya. [elr/denok]

Cara mengartikan fhoto fine art

Download file : http://ceesty.com/w34c7v


kita tau dalam seni photography ada bnyak aliran seni, seperti photography junalistik, photography fhasion, photography syle life, photography comercia, photography lancape, photograpy fine art, dan bnyak lagi. sekarang kita membahas cara mengartikan sebuh fhoto fine art, kenapa harus fine art?
Fine Art Photography atau bahasa lainnya adalah Art Photography ini memiliki artian Fine Art Photography adalah cabang fotografi yang lebih menitikberatkan nilai estetika dan intelektual dalam karya-karyanya. Jadi selain indah foto tersebut juga mengandung arti. Foto yang ada pada sebuah foto Fine Art dikenal sebagai salah satu foto yang sulit dimengerti. Memang benar karena tidak semua orang dapat menerjemahkan suatu foto.

Download File : http://ceesty.com/w34c7v

karna fhoto fine art sulit di mengerti, kini kita coba mengartikan sebuah fho fine art sersebut.
Yang dipentingkan oleh fotografer Fine Art adalah makna atau arti  di balik fhoto tersebut, kadang kita kurang mengerti tentang sebuah fhoto tersebut, kita cenderung sering melihat fhoto fine art itu aneh, karna kita tidak mengetahui arti di balik fhoto tersebut, nah kini kita akan bahas bagaimana cara mengartikan sebuah fhoto tersebut.
dalam fhoto fine art kadang banyak mengandung poperti, warna, dan juga betuk.
sebelum mengartikan sebuah fhoto, kita harus mengartikan benda/poperti apa yang ada di dalam karya tersebut,  Contoh: Payung sebagai simbol pelindung. Angsa sebagai lambang romantis. Kursi sebagai lambang santai, rileks, jam sebagai simbol waktu, tali sebagi simbol ikatan Lonely tree melambangkan kesendirian/isolasi.
warna merah, indetik dengan kekuatan, amarah, berani DLL, biru melambangkan ketenangan, kesendirian, kelembuatan, hijau, melambangkan keceriaan, kebahagiaan, dan hitam melambangkan kegelapan, ketakutan, kesengsaraan,.
setelah itu baru kita membahas tentang mood karakter dan  bentuk dari si model tersebut, kita sering melihat fhoto fine art sering menggunakan wajah, tangan, kaki atau lekukan tubuh si model tersebut..
biasanya fhoto tersebut membuktikan kekuatan karakter dari makna  cerita yang ingin si phografer sampaikan lewat sebuah karya, seperti teriakan dari wajah seorang wanita. kadang fhoto tersebut seperti blur atau berbayang, karakter tersebut membuktikan wahwa wajah seorang wanita tersebut seperti teriakan yang begitu kuat, dan gerakan dari sebuah teriakan tersebut begitu cepat.

Download file : http://ceesty.com/w34c7v


jadi setelah kita bisa mengartikan , warna, poperti, bentuk, expresi, dan juga teknik, barulah kita gabungkan semua arti tersebut kedalam sebuah ungkapan yang mengandung arti yang bisa di mengerti dan di pahami.

Karya yang di kenang dan di lupakan




Download : http://ceesty.com/w34c7v
fhoto by bastera rusdi

Hidup tanpa seni ibarat bernyanyi tanpa nada, akan kaku, suram dan tegang. Dunia ini indah ketika di hiasi dengan warna dari seni-seni yang ada, dalam artianya seni itu adalah curahan dari perasaan seseorang yang di tuangkan menjadi sesuatu dan bisa dinikmati dengan setiap indra, bisa juga seni itu adalah inspirasi dari seuatu pengalaman dari diri sendiri atau orang lain yang akhirnya di jadikan  sesuatu yang bisa di kenang kembali oleh orang tersebut.
Setiap orang pada dasarnya memiliki daya cipta, namun dalam kenyataannya belum semua orang dapat memanfaatkan daya tersebut. Karena daya cipta itu memerlukan dorogan atau dukungan , berupa hal-hal yang dapat menimbulkan minat  atau kreatifitas untuk melakukan ciptaan yang menjadikan sebuah karya yang bisa di nikmati atau di rasakan seseorang.


Download file : http://ceesty.com/w34c7v
fhoto by baster rusdi

seni itu luas, tak ada hambatan, ungkapan, atau artian yang bisa membuat seni itu di mengerti dengan mudah.
Setiap orang mempunyai karakter atau karya seni yang berbeda, kenapa?
karna setiap orang adalah golongan masyarakat yang tinggal di suatu tempat dengan budaya, agama, teman, tingkah laku, adat yang berbeda, seni itu biasanya timbul dari penglihatan, kebiasaan yang membuat seorang seniman itu terispirasi untuk membuat sebuah kaya yang bisa di nikmati.
Untuk menentukan sebuah karya seni yang indah iyalah sebuah perasaan, jika perasaan tidak menyatu  dengan indra , seni itu akan susah dan gagal di ciptakan.

Download file : http://ceesty.com/w34c7v
photo by bastera rusdi


Banyak orang seniman biasanya menciptakan sesuatu dikarenakan ada sebab akibat, dari pengalaman, kisah hidup, lingkungan atau juga tentang perasaaan yang di alaminya saat ini dan di curahkan melalui sebuah karya seni.
jadi kenapa terciptanya sebuah seni? kebanyakkan seseorang ingin berkomonikasi atau ingin  orang lain tau kisah hidupnya, penglihatannya, perasaannya tanpa harus di ucapkan langsung melalaui kata2, kadang ungkapan langsung dari kata2 jarang di dengar, di lihat olah seseorang, jadi seseorang membuat sesuatu yang bisa di lihat atau di dengar seseorang melalui sebuah karya seni, seperti musik, lukisan tau benda-benda yang di ciptakan dari inspirasi atau kreatifitas seseorang.


                                           Downlod file : http://ceesty.com/w34c7v


jadi dengan karya, setipa orang yang melihat dan mendengar sebuah karya tersebut, bisa langsung di rasakan dengan perasaan, di nikmati dengan ijiminasi atau hayalan , tapi sekarang,, banyak seniman jadi2an yang yang menghasilkan karya karna popularitas atau  bahasa sekarang ikut2an , bukan  demi sebuah keindahan yang timbul dari diri sendiri.
sekarang banyak di temukan sebuah karya yang indah tapi mudah di lupakan oleh setiap orang yang melihatnya , bukan sebuah karya yang selalu di kenang oleh seseorang yang mendengar atau melihatnya.
jadi karya itu adalah ungkapan perasaan yang bisa di nikmati  oleh orang lain dan di kenang dengan mudah  bukan sebuah karya ikut2an yang indah tapi mudah di lupakan oleh orang lain.